Memberikan cahaya terang benderang
Tapi, mengapa kau diam?
Diam dalam kegelapanmu itu
Saat lelucon menggugah suasana
Memancing tawa yang menyimaknya
Tapi kau tetap saja diam?
Apa kau tidak mengerti?
Saat petikan gitar mengundang melodi
Menggugah suasana hati yang mendengarnya
Mengapa kau tetap saja diam?
Apa kau sudah tak punya hati?
Saat kesedihan datang tak diundang
Memaksa air mata berliang di pipi
Apa tanggapanmu?
Kau hanya diam
Apa kau sudah tak punya perasaan?
Apa kau sudah tak punya air mata?
Saat nyanyian megah, gagah
Menyebarkan semangat bagai api yang berkobar
Kau? Kau hanya diam?
Apa kau sudah tak punya semangat?
Kau hanya bisa diam, diam, dan diam
Apa kau buta? Tuli? Bisu?
Kau hanya bisa diam dalam kebekuanmu
Diam dalam kekosonganmu
Diam dalam keputus asaanmu
Diam dalam penyesalanmu
Apa kau yang seperti itu yang ku kenal?
Apa kau yang hanya bisa diam saja yang selalu mengisi hariku?
Mana ekspresinya?
Ayo! Tertawalah!
Marahlah!
Menangislah!
Hidupmu masih panjang
Harapanmu masih di depan mata
Bulan pun masih dapat kau capai
7 samudra pun masih dapat kau arungi
Berdirilah!
Kau bisa! Kau mampu!
Kau mampu mencapai semua impianmu
Aku percaya itu
Percayalah!
Percayalah kawanku!
0 komentar:
Post a Comment